Tanjungpinang – Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan kebutuhan cadangan pangan masyarakat aman sampai akhir tahun 2022 berdasarkan hasil pantauan di gudang Bulog hingga pasar tradisional setempat.
“Kita sudah pantau gudang Bulog guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat memadai, khususnya daging sapi beku karena ada natal dan tahun baru,” kata Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah di Tanjungpinang, Jumat.
Endang menyebut Bulog Tanjungpinang sudah siap untuk menyediakan daging sapi beku dengan harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga daging sapi potong dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Tanjungpinang sendiri, kata Endang, merupakan wilayah zona hijau PMK, sehingga tidak boleh menerima sapi dari daerah zona merah atau kuning. Pemkot juga akan mencari solusi dan melakukan beberapa langkah agar persediaan daging sapi potong juga tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
“Pada momen natal dan tahun baru, kebutuhan daging diperkirakan akan banyak Jadi kita akan bekerja sama dengan pemprov, distributor, dan peternak untuk menyediakan daging sapi potong,” ujar dia.
Selain itu, komoditas pangan yang juga menjadi perhatian pemkot adalah beras, ikan, sayuran, minyak goreng, dan lainnya.
Menurutnya beberapa produksi pangan itu harus disiapkan, khususnya menghadapi natal dan tahun baru, karena kebutuhan tersebut pasti akan meledak.
Terpisah, Pimpinan Cabang Bulog Kota Tanjungpinang Riki Maskudri menyebutkan stok daging beku di gudang Bulog ada 700 kilogram dan akhir tahun nanti akan masuk lagi dari Jakarta.
Ia menyatakan stok daging beku itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk dua bulan, sehingga pastikan untuk persediaan daging beku aman menjelang natal dan tahun baru.
Untuk harga daging beku, Bulog menjual di kisaran Rp77.500 per kilogram, sedangkan mitra Bulog menjual dengan harga Rp80-85 ribu per kilogram ke konsumen akhir.
“Harga itu, di bawah harga daging sapi potong. Daging beku kita juga sudah lengkap dengan sertifikat PMK dan halalnya. Itulah salah satu keunggulan produk BUMN,” ungkapnya.
Di gudang Bulog juga, lanjut dia, persediaan beras ada sekitar 700 ton, 300 ton dalam perjalanan, dan sebanyak 1.500 ton dalam proses. Sementara minyak goreng stoknya ada 9.500 liter dan akan masuk 19.000 liter lagi.
“Stok yang ada itu aman untuk masyarakat hingga akhir tahun. Kita juga seimbangkan harga, biar inflasi tidak tinggi ketika Natal dan tahun baru,” katanya. (Ant)





