Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan pengoperasian Jalan Pantai Indah di Tanjung Melolo akan mempercepat investasi di Kabupaten Karimun, sebagai salah satu kawasan perdagangan bebas.
“Karimun membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung percepatan investasi,” kata Gubernur Ansar usai meresmikan Jalan Pantai Indah di Tanjung Melolo, Karimun, Rabu.
Jalan sepanjang 1.050 meter dengan lebar 8 meter ini dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Karimun dengan anggaran sebesar Rp12 miliar. Dengan adanya jalan, ia optimistis akan menarik investor untuk menjadikan Karimun sebagai lokasi investasi.
“Untuk mengundang investor datang ke Karimun itu harus diperkuat beberapa hal seperti infrastruktur, kemudahan perizinan dan peningkatan mutu SDM,” ujarnya.
Ansar juga yakin Jalan Pantai Indah akan mempercepat perputaran ekonomi di Karimun. Terlebih letak jalan tersebut berdekatan dengan perusahaan berskala internasional, seperti PT Saipem dan PT Multi Ocean Shipyard.
Selain itu, lanjut Ansar, pihaknya juga tengah menggesa perluasan dan perpanjangan landasan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun. Hal ini agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat di Karimun, sehingga investor bisa langsung datang ke Karimun tanpa harus transit di Batam terlebih dahulu.
“Tidak bisa kita pungkiri untuk mempercepat investasi di Karimun maka bandara adalah objek yang sangat vital. Kementerian Perhubungan juga sudah menganggarkan Rp80 miliar untuk pengembangan bandara Karimun,” ucap Ansar.
Lebih lanjut Ansar menyampaikan urgensi keberlanjutan pembangunan infrastruktur semakin dirasakan di tengah meningkat tajamnya persaingan ekonomi antarkawasan, karena dengan membangun infrastruktur dapat berperan sebagai stimulus bergeraknya beragam aktivitas ekonomi.
Melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara lebih merata, dapat tercipta konektivitas yang kuat antarwilayah, menurunkan biaya logistik, memperkecil ketimpangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Hal itu pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan daya saing dan stimulus pertumbuhan ekonomi guna mencapai Provinsi Kepri yang maju,” demikian Ansar. (Ant)





