Gubernur Ansar paparkan strategi dorong pemulihan ekonomi

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyampaikan sejumlah strategi mendorong pemulihan ekonomi daerah di tengah masih mewabahnya pandemi COVID-19.

“Kita terus dorong percepatan investasi baru, supaya tercipta lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Gubernur Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis.

Ansar juga mendorong masyarakat memanfaatkan bantuan permodalan usaha yang disiapkan Pemprov Kepri agar dapat mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya terhadap pelaku UMKM.

Dia menyebut UMKM menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional ketika banyak sektor usaha terpuruk dampak dari penyebaran COVID-19 dalam periode dua tahun terakhir.

“Pemprov punya program pinjaman lunak UMKM dengan bunga nol persen, silakan dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Ansar.

Selain itu pihaknya juga gencar melakukan program-program intervensi seperti rehabilitasi rumah-rumah warga kurang mampu guna memperbaiki ekonomi mereka.

Program lainnya, berupa pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di tahun 2023 yaitu subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Kemudian, pengadaan seragam gratis bagi calon siswa baru, namun barangnya tidak dibeli langsung ke pabrik, melainkan diserahkan ke kabupaten/kota agar menunjuk penjahit tersertifikasi untuk menjahit seragam tersebut.

“Bayangkan 1 penjahit dibantu 5 orang pekerja, kalau ada 20 penjahit, artinya ada 100 orang pekerja yang mendapat manfaat ekonomi dari program seragam gratis ini,” ucap Ansar.

Lanjut Ansar menyampaikan upaya-upaya lainnya yakni dengan menyalurkan dana bantuan sosial, di antaranya untuk rehabilitasi rumah ibadah mulai dari masjid hingga gereja yang nominalnya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Rehab rumah ibadah melibatkan pekerja lokal, sehingga perputaran uang langsung dirasakan warga sekitar,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ansar menegaskan pemprov juga sangat fokus menuntaskan kemiskinan ekstrem, terutama di kawasan pesisir Kabupaten Lingga melalui program pemberdayaan hingga bangun rumah warga pesisir pada tahun 2023.

Berdasarkan data BPS Kepri, lanjutnya, jumlah penduduk miskin di daerahnya bertambah 13,9 ribu orang menjadi 151,68 ribu orang pada Maret 2022 dibanding September 2021 sebanyak 137,75 ribu orang.

“Sebagian besar warga miskin memang tersebar di daerah pesisir. Makanya, ini jadi salah satu prioritas kami dalam menyusun anggaran pengentasan kemiskinan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Ansar. (Ant)