Karimun.- Kegiatan webinar literasi digital dengan tema “Hidup Produktif di Era Digital” moderator membuka dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker pemutaran lagu Indonesia Raya Setelah itu moderator mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A.Pangarepan untuk membuka kegiatan serta di damping oleh moderator Ayu Irti Batul Qalbi pada hari Selasa, 13 Juli 2021, pukul 09.00 WIB.

4 narasumber terdiri dari pusat dan lokal tentunya dalam penyampaian materi berbagi pengalaman di masa era digital saat ini yang mana edukasi literasi digital sangat minim didapatkan untuk kalangan mahasiswa dan pelajar di kabupaten Karimun.

Narasumber Pertama yaitu ibu Karlina Octaviany. Msc menyampaikan meterinya Untuk membuat konten yang bagus, kita harus membuat aksi dengan alasan yang jelas. Misal ada kampanye berbunyi “dilarang buang sampah sembarangan” itu harus jelas juga alasan dibalik kalimat tersebut. Beliau mengatakan bahwa jika kita siap viral maka kita harus siap risiko. Hal pertama yang harus dilakukan saat membuat akun baru, perlu adanya mengenali target audiensi dan cari nilai yang unik, lalu tentukan media yang tepat dan dengarkan masukan target, lalu buat juga rancangan konten bulanan yang sudah dibuat.

Narasumber Kedua yaitu bapak Arief Rama Syarif, S.T, M.Kom menyampaikan materinya untuk meningkatkan keamanan aplikasi web, kita harus menggunakan https agar lebih aman dari hacker. karena jika ingin mengakses website yang depannya “https” diperlukan login dan terenkripsi. Lalu pasanglah SSL, lalu gunakan username dan password yang kuat dengan menggunakan password yang sulit dan kuat. Lalu terapkan 2 factor-authentication. Kemudian ada hacking tool dan software.

Narasumber Ketiga yaitu bapak Alpino Susanto, S.Pd., M.M., Ph.D. Menyampaikan materinya Sebelum menggunakan media sosial, kita harus THINK, yaitu:

  • IS IT (T)RUE
  • IS IT (H)URTFUL
  • IS IT (I)LLEGAL
  • IS IT (N)ECESSARY
  • IS IT (K)IND 

Untuk menggunakan media sosial kita perlu mengetahui dan memahami literasi digital. Literasi digital tidak semata penguasaan TIK, bahkan lebih luas, yakni memadukan “literasi” dan “digital”. Berkomunikasi melalui digital juga ada yang namanya etika yang disebut dengan netiket. Mengetahui mana yang perlu disebarluaskan dan mana yang harus disimpan sendiri. Kita juga perlu mengetahui hak-hak pengguna internet lainnya. Ada juga Batasan dalam penggunaan internet demi meciptakan kehidupan dunia maya aman, nyaman, dan edukatif.

Narasumber Keempat yaitu Ibu Debby Yuni Anita Andri dalam penyampaian materinya zaman digital ini segala hal bisa didapatkan dari layar handphone, sehingga tanpa sadar kita bersikap konsumtif. Dampak dari perilaku konsumtif yaitu dapat membantu pergerakan ekonomi dan memperluas pasar dalam hal positif. Kemudian negatifnya yaitu kita dapat tidak terkontrol dan tidak mengendalikan diri terhadap barang  yang dibutuhkan atau hanya keinginan.

Perilaku ini bisa menyebabkan hutang yang menumpuk. Lalu hal yang kita lakukan adalah mengatur mindset digital dengan list kebutuhan sesuai kebutuhan kita setiap satu bulan, dengan memikirkan juga investasi masa depan.

Sementara kegiatan ini juga di meriahkan oleh  Key Opinion Leader Ranitya Nurlita, beliau adalah seorang pengembang bisnis sosial tentang lingkungan di Tangerang selatan,untuk berbagi pengalamanyang berkaitan dengan materi yang dipaparkan. Misalnya pembuatan konten, siap viral, dan berkampanye. Beliau mempersiapkan script, riset beberapa fakta sebelum posting dan kalau bisa captionnya harus informatif. Dalam editing, ia juga menggunakan aplikasi inshot karena mudah, juga menggunakan anchor untuk melakukan podcast dan melatih diri saat public speaking, aplikasi itu juga bisa digunakan sebagai Latihan. Lalu berbicara tentang hacking, beliau menyarankan kepada peserta webinar harus berhati-hati dalam membagikan data. Kemudian, perihal postingan kita, apakah sudah benar, perlu diposting atau tidak, menyakiti hati orang kah?. Sehingga kita perlu menghindari postingan yang negatif. Kemudian, jika bicara pengeluaran, sama seperti yang disampaikan bu Debby, kita harus memiliki catatan agar terdata, lalu tidak asal beli tanpa nota untuk mengontrol pengeluaran kita, bahwa jika mendapati daerah yang sulit mendapatkan akses, kalau bisa setiap kita mendapatkan ilmu baru, bagikanlah ke orang lain, agar informasi tidak berhenti di diri kita sendiri. Kemudian kita juga perlu bijak dalam menggunakan media sosial.

Kemudian, setelah rangkaian acara selesai, moderator memanggil kembali para penanya terpilih terbaik yang berhak mendapat e-money sebesar Rp. 100.000,-. Setelah itu moderator menutup webinar dengan foto bersama dengan mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital.(Adv)