Karimun.- Kegiatan webinar literasi digital dengan tema “Yuk Tambah Produktif Di Era Digital” moderator membuka dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker pemutaran lagu Indonesia Raya Setelah itu moderator mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A.Pangarepan untuk membuka kegiatan serta di damping oleh moderator Reika Azliadinda pada hari Jumat, 19 Juli 2021, pukul 14.00 WIB.

4 narasumber terdiri dari pusat dan lokal tentunya dalam penyampaian materi berbagi pengalaman di masa era digital saat ini yang mana edukasi literasi digital sangat minim didapatkan untuk kalangan mahasiswa dan pelajar di kabupaten Karimun.

Narasumber Pertama yaitu bapak Drh. Deddy F. Kurniawan – Owner/CEO Dairy Pro Indonesia Group materi tentang, “Merubah Pola Konsumtif Menjadi Produktif”tipe masyarakat yaitu produsen, middle person dan konsumen. Yang dimana masyarakat berubah baik secara korporasi, lebih suka mengkonsumsi protein, memiliki gaya hidup sehat, praktis dan jaminan. Serta saat ingin membuat nama besar, maka hal yang harus dimiliki adalah kreativitas, inovasi dan konsistensi.

Tipe masyarakat dibagi menjadi tiga, yaitu produsen, middle person dan konsumen. Yang dimana middle person ini tidak melulu manusia, bisa automatic sistem, media sosial dll yang dimana sebuah sistem yang menyambungkan produsen ke konsumen. Semua negara maju merupakan negara produsen yang dimana dapat mengendalikam banyak hal.

Masyarakat di era digital ini berubah, yang dimana berubah menjadi masyarakat protein. Dimana masyarakat sekarang butuh gaya hidup sehat dan praktis serta membutuhkan jaminan yang berbentuk brand atau merk. Ketika bermedia sosial, memproduksi muatan digital di dunia maya, pastikan memberikan output konten yang bagus dan menarik karena terkait dengan jejak digital dan etika.

Agar dapat menjadi besar, harus memiliki kreativitas, inovasi dan konsistensi dikarenakan waktu kita tidak panjang. Saat membuat konten, mulai didasari dengan kompetensi dan kesukaan. Harus dapat menyadari bahwa semua yang dilakukan berbasis internet.

Narasumber Kedua yaitu ibu Dr. Lisa Adhrianti, M.Si – Dosen Universitas Japelidi. Menyampaikan materi mengenai, “Kreatif, Produktif Dengan Aman Di Era Digital”.cara memproteksi perangkat digital, kompetensi keamanan dalam berdigital, tantangan yang terjadi dalam pengamanan digital dan kompetensi yang perlu dimiliki masyarakat untuk mengamankan perangkat digitalnya.

Jumlah pengguna internet di Indoensia melonjak tinggi melebihi dari angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. oleh karena itu proteksi gawai yang dimiliki dan digunakan harus diberikan perangkat keamanan yang memadai. Sebab urgensi keamanan digital ytidak hanya unutk mengamankan data yang dimiliki melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.

Dimana keamanan digital merupakan proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman dan nyaman. Aman bermedia digital dapat dilakukan dengan cara :

  • Pengamanan perangkat digital
  • Pengamanan identitas digital
  • Waspada mengenai penipuan digital
  • Memahami rekam jejak digital
  • Keamanan digital bagi anak

Kompetensi keamanan dalam berdigital dibagi tiga, yaitu :

  • Kognitif, mengetahui dan memahami konsep dan mekanisme proteksi digital
  • Afektif, empati untuk saling melindungi keamanan digital pengguna lain, mislanya tidak membocorkan identitas orang lain
  • Konatif (behavioral), membiasakan untuk memastikan keamanan digital dan memperbarui pengamanan digital

Tantangan dalam mengamankan digital, yaitu ancaman digital terus berkembang, kompleksitas identitas dan data pribadi semakin sulit dilindungi, strategi penipuan semakin beragam, rekam jejak sulit dihapus dan selalu menjadi incaran, serta yang terakhir konten digital yang semakin menarik dan makin terbatasnya ruang bermain meningkatkan resiko terhadap kecanduan pada anak.

Menjadi kreatif dan produktif dari rumah denga naman dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu dengan memilih prangkat digital yang sesuai dan dikuasai kompetensi proteksinya, menggunakan identitas digital yang asli untuk membuat konten kreatif, memilih aktivitas yang sesuai minat untuk dipublikasikan di media digital, berpromosi menggunakan infografis yang menarik, bergabung dengan komunitas-komunitas online yang positif.

Kompetensi yang perlu dimiliki yaitu, kemampuan menggunakan fitur Find My Device, kemampuan menggunakan fitur backup data, kemampuan menggunakan fitur-fitur antivirus “Lookout”, kemampuan menggunakan fitur enkripsi full disk dan kemampuan menggunakan fitur scredder.

Jenis identitas digital dibagi menjadi dua, yaitu identitas yang terlihat dan identitas yang tidak terlihat. Sebab banyaknya ragam penipuan digital yaitu dengan spam, scam, phising dan hacking.

Narasumber Ketiga yaitu Bapak Adimaja, ST., MM., MMG – Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Menyampaikan materi mengenai, Kecakapan Digital. definisi kecakapan digital, cara menerapkan internet sehat dengan memahami literasi lingkungan dan 3 hal yang dapat dikendalikan dalam berkonten serta tips dan trick membuat konten yang siap viral.

Kecakapan digital merupakan konten positif yang siap viral, dimana kecakapan merupakan kemampuan. Digital adalah angka untuk sistem perhintungan rangkaian logika, digital juga berarti perangkat elektronika atau aplikasi media sosial yang tersambung dengan internet.

Guna membangun jati diri peserta didik/generasi muda di era digital dikembangkan oleh olah rasa, olah hati, olah piker dan olahraga. 

Dalam menerapkan internet sehat, harus memahami mengenai literasi lingkungan yang diantaranya adalah :

  • Literasi sains
  • Literasi numerasi
  • Literasi finansial
  • Lietrasi budaya dan kewargaan
  • Literasa baca-tulis
  • Literasi digital

Selanjutnya terdapat digital enterprenaurship yang dimana terdiri dari bentuk kewirausahaan seperti e-commerce dan industry kreatif (konten creator, design grafis, design interior, design komunikasi visual, design product dll). Sementara skill yang harus dimiliki di era digital, yaitu membuat konten, mengatahui sosial media strategis, mengerti akan problem solving, berpikir kritis dan mempunyai skill public speaking. Dalam penyebaran konten, terdapat 3 hal yang dapat kita kendalikan yaitu :

  • Apa yang kita pikirkan
  • Respon yang kita berikan
  • Tindakan yang kita lakukan.

Sebab terdapat konten yang tidak dpaat diupload adalah konten yang mengandung kekerasan, SARA, radikalisme, ujaran kebencian, tidak ebretika, melanggar hak cipta, melanggar norma pergualan dan peraturan yang berlaku.

Tips dan trik membuat konten yang siap viral :

  • Tema dan jenis konten sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan perkembangan zaman
  • Tumbnail dan judul efektif
  • Konten menjangkau semua audiens dan mudah ditelusuri
  • Konsisten dan berkarakter
  • Tulisan diskripsi informatif dan mudah dipahami
  • Menggunkan gaya komunikasi yang mantap

Narasumber Keempat yaitu bapak Andi Saputra, S.I.Kom – Peneliti di Insight Institute. Menjelaskan materi tentang, Etika DIgital. Akhlak dalam bersosial media menurut Muhammadiyah. Menyampaikan mengenai hal yang tidak boleh dilakukan dalam bersosial media. Motivasi yang dilakukan untuk membuat konten negative dan menyampaikan mengenai Langkah yang harus dilakukan dalam berkolaborasi.

Digital etik merupakan ekmampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata Kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi etika itu sendiri adlaah untuk menilai apakah Tindakan yang dilakukan dalam berinteraksi dengan sosial merupakan Tindakan yang benar/salah, baik atau buruk dan sesuai atau bertentangan dengan norma serta ketentuan yang berlaku didalam sebuah lingkungan sosial

Etika diperlukan untuk menertibkan, agar teratur, damai, patuh terhadap norma-norma dan bertanggung jawab. Sebab dalam bermedia sosial kita harus menerapkan integritas, kejujuran dan berakhlak. Berikut akhlak dalam bersoisal media :

  • Harus senantiasa akhlaqul karimah sesuai dengan tuntunan al-Quran dan hadist
  • Menggunakan sosial media sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan hikmah dan mauizhah hasanah
  • Senantiasa menjaga nama baik dan mendukung perserikatan Muhammadiyah dalam menyebarkan pesan-pesan positiif
  • Menjadikkan media sosial sebagai wahana silaturahmi
  • Materi maupun konten yang disebarkan harus dapat dipertanggung jawabkan secara personal dan kelembagaan yang bersifat mencerahkan dan tidak bertentangan dengan norma sosial, agama dan sesuai dengan etika keindonesiaan serta tidak melanggar hak orang lain
  • Harus saling berteman
  • Saling mengingatkan, menasehati dengan yang baik dengan etika yang tinggi sebagaimana ajaran islam

Berikut adalah hal yang dilarang keras dilakukan dalam bermedia sosial :

  • Melakukan ghibah, fitnah, namimah dan menyebarkan permusuhan
  • Melakukan bullying, ujaran kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA antar golongan
  • Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan dan segala yang dilarang secara syar’i
  • Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik
  • Menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai dengan tempat atau waktunya

Dalam pembuatan konten negative, terdapat motivasi yaitu untuk kebutuhan ekonomi atau mencari uang, mencari kambing hitam, merupakan urusan politik (menjatuhkan kelompok politik tertentu) dan memecah belah persatuan. Dan Langkah kolaborasi yang dapat dilakukan adalah menggunakan caption yang baik, menggunakan hashtag untuk menautkan informasi, menggunakan metode follow atau subscribe untuk mengikuti setiap update pesan dari teman, menggunakan metode engagement seperti likes untuk postingan yang positif dan inspiratif, menggunakan metode comment dalam emlakukan interaksi dan menggunakan metode feeds untuk mengirim pesan berupa kata-kata, video maupun foto.

Sementara kegiatan ini juga di meriahkan oleh  Key Opinion Leader @queenpopi Owner @gaiabiai, Konten Creator Youtube Bilik Biai. Semenjak adanya pandemic, kita dipaksa secara instant untuk memahami perangkat digital. Dari banyaknya dampak baik itu positif maupun negative dari segala sesuatu, semua kembali ke kita dalam melihat sesuatu, ingin memandangnya secara positif atau negative.

Dalam melakukan sesuatu kita butuh niat, lalu konsep yang kita inginkan, menjadwalkan apa yang ingin dilakukan dan terus melangkah serta semangat dalam melakukan sesuatu.

Kemudian, setelah rangkaian acara selesai, moderator memanggil kembali para penanya terpilih terbaik yang berhak mendapat e-money sebesar Rp. 100.000,-. Setelah itu moderator menutup webinar dengan foto bersama dengan mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital.(Adv)