Bintan.- Rangkaian kegiatan webinar literasi digital pada hari Jumat, 09 Juli 2021, pukul 14.00 WIB, dengan tema “MENJADI CERDAS DI ERA DIGITAL” yang di ikuti peserta Mahasiswa dan Pelajar yang ada di Bintan Kepulauan Riau. kegiatan langsung dibuka oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A. Pangarepan dan di pandu oleh moderator Lovenia Viona Gultom.
kegiatan ini di isi oleh 4 narasumber yang berpengalam dari pusat ada 2 orang sedangkan dari daerah 2 orang,terdiri dari Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethics, Digital safety.
Narasumber Pertama yaitu bapak Indra Samsie S.Kom, M.kom memaparkan dengan tema “Kemampuan Digital Dalam Pembelajaran Online” Menurut Pembelajaran Daring diadakan karena Pandemi, Stay At Home. Kita sekarang masuk ke Era Digital, Kita juga berterima kasih kepada keminfo dengan adanya Webinar ini. Dengan anda berhadapan komputer anda bisa mengakses Buku Online, anda juga bisa mengerjakan tugas dengan online Pembelajaran Online.
- Mooc, Massive Open Online Course, Waktunya Fleksibel, LMS, GCR, Edmodo.
- SPOC, Small private Online Course, Waktunya menyesuaikan jadwal dan terbatas, Grop WA, telegram, zoom, gmeet.
- Synchronouset, Webex, Video Conference, Life FB, Live IG, Streaming Youtube.
- Asynchronous, Tanpa tatap muka, LMS, GCR, medsos, Youtube, aplikasi pembelajaran online .
Tips Menggunakan Perangkat, Pakai perangkat yang paling mudah digunakan, Nyaman digunakan dan sesuai dengan kemampuan, Sering up date untuk mendapatkan versi terbaru, Kondisikan tempat untuk mendapatkan sinyal yang kuat, Berpikir cerdas, namun pembelajaran online tetap berjalan, Jangan menggunakan wifi publik, Manajemen waktu.
Jurnal ilmiah sering pula disebut jurnal akademik. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai ’”scientific journal’“atau “academic journal”. Jurnal akademik dapat dideskripsikan sebagai kumpulan artikel ilmiah yang dipublikasikan secara reguler dalam rangka mendiseminasi hasil penelitian.
Narasumber Kedua yaitu bapak Irfan Sophan Himawan, SE., Ak., MM memaparkan dengan tema “Menjadi Cerdas di Era Digital” Menurut beliau Saat ini kita berada zaman overload informasi. Dalam 1 hari pengguna internet Indonesia rata rata menghabiskan waktu : 8 Jam 52 Menit untuk mengakses internet, 2 Jam 50 Menit untuk streaming, 3 Jam 14 Menit untuk akses medsos, 1 Jam 38 Menit untuk membaca media online.
Tanpa disadari, kita lebih banyak menggunakan internet, baik itu dalam berkomunikasi melalui media sosial maupun dalam pembelajaran online disbanding berkomunikasi secara langsung, karena kita menggangapnya lebih efektif dan efisien.
Hampir 64% penduduk di Indonesia sudah terkoneksi dengan jaringan internet. Kita berkomunikasi di dunia digital sama halnya seperti kita berkomunikasi di dunia nyata. Namun, internet hadir bagai pisau bermata 2 yaitu dapat memberikan manfaat positif sekaligus memberikan dampak negative sehingga pengetahuan/skills, wawasan digital safety, wawasan etik dsb.
Narasumber Ketiga yaitu bapak Dr. H. Abdul Malik., M.Pd Beliau Dosen FKIP UMRAH dan Budayawan Melayu. memaparkan dengan tema“Memperkenalkan Budaya Melayu Melalui Litearsi Digital” Menurut beliau, Budaya Melayu yang hidup dan berkembang hingga saat ini merupakan warisan Kerajaan-Kerajaan Melayu masa lampau: Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Bintan-Temasik, Kesultanan Melaka, Kesultanan Riau-Johor-Pahang-Lingga, dan disempurnakan oleh Kesultanan Riau-Lingga, Kesultanan Siak Inderapura, Kesultanan Deli, Kesultanan Pontianak, dll.
- Warisan Budaya Melayu
Benda Cagar Budaya (BCB) Benda alam dan atau benda buatan manusia, baik yang bergerak maupun tak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang berhubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia. Pelbagai BCB Melayu berkaitan dengan kebudayaan dan sejarah orang Melayu di nusantara.
- Pengetahuan Tradisional-Modern
Pengetahuan tradisional adalah pengetahuan, pengetahuan teknik, kemahiran, dan praktik yang dikembangkan secara berkelanjutan dan diturunkan dari generasi ke generasi dalam suatu komunitas, dapat dan sering menjadi bagian dari identitas budaya atau spiritual komunitas. Pengetahuan modern adalah karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh masyarakat pada masa kini
- Ekspresi Budaya
Ekspresi Budaya (Cultural Expressions) adalah segala bentuk ekspresi karya cipta, baik berupa benda maupun tak benda, atau kombinasi keduanya yang menunjukkan keberadaan suatu budaya yang dipegang secara komunal dan lintas generasi.
- Upaya Pelestarian
Pertama, inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dengan melakukan pencatatan dan dokumentasi, penetapan oleh pemerintah, dan pemutakhiran data. Kedua, pengamanan terhadap KIK daerah ini. Ketiga, pemeliharaan KIK untuk mencegah perusakan. Caranya dengan memelihara nilai keluhuran dan kearifannya, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Keempat, penyelamatan KIK melalui revitalisasi (penelusuran kembali nilai-nilai), repatriasi (pengembalian KIK ke daerah ini), dan restorasi (kembali menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan).
- Potensi Kontribusi Nilai Budaya Melayu Dalam Pengembangan Budaya Digital
Di samping sisi positif, pengembangan dunia digital juga memiliki sisi negatif. Di antaranya pemanfaatanya dalam pencurian, perampokan, penipuan, aksi terorisme, dll. Nilai-nilai budaya nusantara, termasuk nilai budaya Melayu, dapat digunakan untuk menekan perilaku penyalahgunaan perkembangan teknologi itu. Nilai-nilai itu terdapat di dalam ungkapan/peribahasa, pantun, syair, nazam, gurindam, cerita rakyat, hikayat, serta seni vokal, musik, dan peran.
Narasumber Keempat yaitu bapak Drs. H. Sunaryono, M. PD Beliau adalah Kepala SMA Negeri 1 Bintan Utara. memaparkan “Digital Ethics” Menurut beliau, Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda. Bahkan setiap daerah dalam suatu Negara juga memiliki etika sendiri yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, begitu pula setiap generasi memiliki etika yang berbeda antara generasi satu dengan generasi lainnya Itu membuat wawasan kita bertambah. Kita juga harus melek digital manfaatnya juga untuk kita sendiri. Disini webinar ini juga kita disampaikan tentang manage waktu kita juga harus manage waktu kita dengan baik karena di era pandemic ini sulit unuk manage waktu dengan benar Pokoknya di Webinar ini sangat bermanfaat sekali.
Etika digital (digital ethics) adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquet) dalam kehidupan sehari-hari, antara lain :
- Etika Berinternet (Nettiquette).
- Pengetahuan mengenai informasi yang mengandung hoaks, ujaran kebencian, pornografi, perundungan, dan konten negatif lainnya.
- Pengetahuan dasar berinteraksi, partisipasi, dan kolaborasi di ruang digital yang sesuai dengan kaidah etika digital dan peraturan yang berlaku.
- Pengetahuan dasar berinteraksi dan bertransaksi secara elektronik di ruang digital sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pokok Bahasan :
-
- Jangan Asal Klik di Internet
- Dampak Penyebaran Hoax
- Bahaya Pornografi
- Cara Berinteraksi dan Kolaborasi di Ruang Digital Sesuai Etika
masuk kepada sesi bincang-bincang moderator kepada Key Opinion Leader @adetyaa di Webinar ini dengan 4 Narasumber kita tahu tentang budaya melayu, Digital Ethics, dll. Itu membuat wawasan kita bertambah. Kita juga harus melek digital manfaatnya juga untuk kita sendiri. Disini webinar ini juga kita disampaikan tentang manage waktu kita juga harus manage waktu kita dengan baik karena di era pandemic ini sulit unuk manage waktu dengan benar Pokoknya di Webinar ini sangat bermanfaat sekali
Selesai acara webinar moderator menutup acara dengan mengucapkan terimakasih kepada para narasumber dan kepada para peserta webinar. Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!.(adv)





