Bintan.- Kegiatan webinar literasi digital dengan tema “Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital” moderator membuka dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker pemutaran lagu Indonesia Raya Setelah itu moderator mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A. Pangarepan untuk membuka kegiatan serta di damping oleh moderator Astrid Anggraini pada hari Kamis, 28 Juni 2021, pukul 14.00 WIB.

4 narasumber terdiri dari pusat dan lokal tentunya dalam penyampaian materi berbagi pengalaman di masa era digital saat ini yang mana edukasi literasi digital sangat minim didapatkan untuk kalangan mahasiswa dan pelajar di kabupaten Bintan.

Narasumber Pertama yaitu ibu Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom – Dosen dan Akademisi meyampaikan materi dengan tema “Jenis usaha di dunia digital beserta peluang dan tantangannya”. Faktor sukses bukan dari IQ atau bersekolah disekolah terbaik,  namun ada hal yang perlu kita perhatikan untuk menjadi sukses jenis usaha yang menjadi top ten antara lain kuliner, health and beauty, gadget & electronic, perlengkapan rumah tangga, mainan dan hobi dan technopreneur sehingga banyak diminati saat ini seiring dengan berkembangnya digitalisasi yang sangat pesat saat terjun dalam usaha di dunia digital kita harus tahu terlebi dahulu akan mengambil bagian ap akita, reseller, agen, distributor atau produser.

Berikut sepuluh faktor sukses menurut Ibu Medhanita antara lain:

  1. Jujur
  2. Disiplin
  3. Gaul (Good Interpersonal Skill)
  4. Dukungan dari pasangan hidup
  5. Bekerja lebih keras dari yang lain
  6. Mencintai apa yang dikerjakan
  7. Kepemimpinan yang baik dan kuat
  8. Semangat dan berkepribadian kompetitif
  9. Pengelolaan kehidupan yang baik
  10. Kemampuan menjual gagasan dan produk

Bisnis itu tentang marketing dan inovasi. Penentuan kata kunci itu penting terkait ide bisnis. Lakukan risetproduk dan bisnis (bantuan internet), Munculkan ide dari Inspirasi dari masalah personal, memunculkan ide bisa dengan cara lain dianataranya dengan :

  1. Hobi
  2. Mengamati
  3. Membantu Orang
  4. Ide Lama, Ide Orang Lain
  5. Kolaborasi
  6. Terbitkan
  7. Adakan Pertunjukan
  8. Konsumsi Masyarakat

Narasumber Kedua yaitu bapak Muhammad Arif Rahmat, SHI – Certified Life Coach menyampaikan materi dengan tema “Keamanan Transaksi Online” adanya digital ini memberi dua dampak untuk kita, disamping ada kemudahan namun juga ada resiko yang harus kita terima, jangan pernah memberikan kode otp (one time password) anda, kepada siapapun, sekalipun itu mengaku pemiliki aplikasi maupun oknum yang mengaku dari perusahaan itu.

Keuntungan transaksi online diantaranya :

  1. Aman (menghindari kejahatan dari uang palsu)
  2. Bisa Dilakukan Kapan Saja (dengan metode ini, tidak mengenal waktu serta tempat. Anda bisa melakukan transaksi kapan saja asalkan terhubung dengan internet)
  3. Cepat, Mudah, Hemat Tenaga (tidak perlu ikut antri ke tempat pembayaran yang Anda inginkan. Selain itu tentunya Anda juga akan menghemat tenaga).

Dengan segala kemudahan dari internet, produk digital payment yang bis akita manfaatkan antara lain; sms backing, m-banking, internet banking dan e-money.

Selain keutungan diatas, ada resiko kemanan yang bisa mengancam kita. “Risiko siber” adalah risiko kerugian bisnis yang terkait dengan sistem teknologi. Risiko ini dapat berupa kerugian keuangan, gangguan operasional, masalah hukum dan tanggung jawab, atau rusaknya reputasi usaha.

Untuk mengntisipasi pembobolan data, ada beberapa yang bis akita lakukan;

  1. Membatasi akses (admin, pengguna) yang kemungkinan dapat mengurangi resiko pembobolan data dari: Ancaman orang dalam – tindakan yang disengaja dan tidak disengaja, Segmentasi jaringan/fisik Akses pihak ketiga
  2. Perbaharui pertahanan keamanan
  3. Menggunakan kata sandi yang rumit
  4. Autentikasi Dua Faktor

Narasumber Ketiga yaitu bapak Sapta Nugraha, ST., M.Eng – Dekan Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji menyampaikan materi dengan tema “Mengenal Marketplace & Peluang Usaha”, indonesia adalah negara pertama dalam persentase pengguna e-comerce tertinggi di dunia pada April 2021, ini merupakan pelung untuk kita memulai dan mengembangkan usaha di berbagai ecomerce popular di Indonesia untuk menentukan peluang produk dapat kita riset melalui Google Trends, Survei Produk Marketplace, Google Keyword Planner, dan Ulasan Produk di Marketplace.

Yang dimaksud dengan Marketplace adalah ;

  • Platform digital yang memfasilitasi jual beli secara online baik dari sisi penjualan, pembelian, maupun pembayaran.
  • Platform marketplace mengizinkan banyak pihak untuk membuka lapak dan berjualan.
  • Platform ini hanya jadi pihak perantara yang menyediakan fasilitas bagi penjual dan pembeli. Perannya mirip seperti pasar.
  • Beberapa sumber pendapatannya: fitur premium, ads, payment gateway, partnership dengan brand, dll.

Marketplace online pertama adalah Amazon yang diluncurkan pada tahun 1995. Saat itu merupakan platform e-commerce yang menjual buku. Secara bertahap, pendirinya Jeff Bezos memperluas penawarannya dengan menambahkan kategori produk baru. Hari ini kita mengenal Amazon sebagai raksasa e-commerce yang menjual segalanya: mulai dari pakaian hingga bahan makanan.

Narasumber Keempat yaitu bapak Ory Dwiputra – Co-Founder of Zeal Indonesia beliau menyampaikan materinya dengan tema “Mengubah sifat konsumtif menjadi lebih produktif”, saat ini banyak sekali terjadi kegiatan social melalui perbincangan di dunia maya yang tidak bermanfaat, penyebaran hoax, kupon palsu dan mengomnetari kehidupan pribadi selebriti, Agar kita produktif dan bermanfaat di dunia digital, yang harus kita lalukan terlebih dahulu adalah dengan mempnyai digital skill, memahami etika digital dan kemanan digital/ digital safety.

Untuk menambah produktivitas kita di dunia digital, kita perlu belajar digital skill, digital etihic dan digital safety. Banyak flatform yang bisa gunakan untuk menambah digital skill diantaranya di Gerakan 1000 Start Up Digital dan Zeal Indonesia. Sedangkan untuk menambah pemahaman etika dalam dunia digital dengan mengakses aplikasi siber kreasi. Selanjutnya,  untuk melindungi akativitas kita di dunia digital daapat kita pahami dengan Google Authenticator dan Transparencyreport.Google.Com. 

Saat kita bingung untuk memulai, yang harus dilakukan antara lain menemukan motivasi kita, memberikan value dari produk/jasa yang kita tawrakan dan yang paling penting kita lakukan yakni konsisten.

Sementara kegiatan ini juga di meriahkan oleh  Key Opinion Leader @shintasyamsularief, untuk berbagi pengalaman nya, menurutnya saat ini banyak peluang usaha yang bisa kita manfaatkan dari social media untuk mengambi peluang di saat sulit seperti ini.

Ungkap nya kita mulai saja dulu usaha terus pasti ada yang nyangkut, saya sangat percaya hal itu. Dengan di tambah dengan kita memperbanyak Latihan, pembaca dan mengikuti webinar seperti ini agar kita isa lebih memaksimalkannya.

“Saya juga pelaku usaha, saya juga punya cothing store, saat pandemik ini bisa kita jadikan peluang, lukukan saja terlebih dahulu, mulai dulu, jangan terlalu banyak mikir, lakukin aja dulu dengan maksimal pasti ada hasilnya”tutupnya.

Selesai acara webinar moderator menutup acara dengan mengucapkan terimakasih kepada para narasumber dan kepada para peserta webinar,dengan foto bersama secara virtual serta dengan selogan Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!. (adv)