Karimun.- Kegiatan webinar literasi digital dengan tema “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” moderator membuka dengan mengucap salam dan membawakan tagline Salam Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital, serta mengingatkan para hadirin untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu memakai masker pemutaran lagu Indonesia Raya Setelah itu moderator mempersilahkan sambutan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A.Pangarepan untuk membuka kegiatan serta di damping oleh moderator Nada Safitri pada hari Sabtu, 24 Juli 2021, pukul 09.00 WIB.
4 narasumber terdiri dari pusat dan lokal tentunya dalam penyampaian materi berbagi pengalaman di masa era digital saat ini yang mana edukasi literasi digital sangat minim didapatkan untuk kalangan mahasiswa dan pelajar di kabupaten Karimun.
Narasumber pertama, bapak Feri F. Alamsyah, M.I.Kom Beliau adalah seorang Dosen Ilmu Komunikasi. Beliau menyampaikan materi tentang Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah. Perlu kita cermati dulu penetrasi digital sudah merabah seperti politik, ekonomi, sosial, pendididikan, dan dsb. Komposisi pembelajaran, penggunaan Blended learning bisa di terapkan dengan menggunakan kombinasi-kombinasi 50 daring/50 luring, 75 daring/25 luring, 25 daring/75 luring riset dari Walib Abdullah (2018).
Narasumber kedua yaitu ibu Niken Rizki Amalia, S.Gz, M.Si Beliau adalah seorang Owner Deenee Gallery Beliau menyampaikan materi tentang Tips & Pentingnya Internet Sehat. Di dalam pandemi ini ada survey bahwa 87% peningkatan penggunaan setidaknya satu alat digital selama ada pandemic covid-19 hasil survey Group Economist dalam kemotraan dengan Forum Ekonomi Dunia (WEF) platform online pada Juni 2020. Ada survey lagi ada 47% setidaknya menggunakan satu aplikasi digital baru yang belum pernah mereka gunakan sebelumnnya selama covid-19, hasil survey Group Chief Economist dalam kemitraan dengan Forum Ekonomi Dunia (WEF) platform online pada Juni 2020.
Narasumber ketiga yaitu bapak Adimaja, ST., MM., MMG Beliau adalah seorang Kepala Seksi Peserta Didik & Pembangunan Karakter SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Beliau menyampaikan tentang Menjaga Kualitas Belajar Dari Rumah Budaya Digital. Saat ini dunia bergerak menuju industry 4.0 Era Internet, dari kita bangun sampai tidur kita menggunakan internet. Revolusi Industri 4.0, dunia saat ini tengah mengalami revolusi industry yang ke-4. Ditandai dengan terjadinya pembauran (fusion) teknologi yang menghapus batas batas penggerak aktivitas ekonomi, baik dari perskeptif fisik, digital, maupun biologi.
Narasumber Keempat untuk menyampaikan materinya dari ibu Yuni Hasnidar, S.Pd, M.M.Pd Beliau adalah seorang Penggiat Literasi dan Pendidik Beliau menyampaikan tentang Milenial Cerdas Beretika Digital. Beretika itu tidak hanya di kehidupan nyata atau kehidupan real, etika juga diperlukan di dunia digital. Kemampuan individu yaitu menyesuaikan diri, menyadari, merasionalkan, mencotohkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata Kelola etika digital. Mengapa etika digital menjadi penting, karena internet itu dipakai oleh semua warga negara digital, kita harus menjadi warga negara digital yang baik. Etika berinteraksi di ruang digital yaitu dengan Bahasa yang baik danp sopan, unggahan foto/informasi/video tidak mengandung SARA dan pornografi, kroscek kebenaran berita, menghargai hak cipta orang lain, jangan terlalu mengumbar informasi pribadi. Bagaimana mengaplikasikan etika digital dalam penggunaan di berbagai platform digital? Tergantung diri kita sendiri mau atau tidak dalam mengaplikasikan etika digital.
Sementara kegiatan ini juga di meriahkan oleh Key Opinion Leader @tysaovennysariosa News Anchor TVOne “Kabar Petang”,untuk berbagi pengalaman saat ingin materinya sangat luar biasa sekali, ilmunya sangat dalam sekali, kita perlu sebagai warga negara digital harus tau etika, dan juga dalam pembelajaran ini kita perlu online karena ada terkendala. Kita perlu tau juga bahwa di internet itu ada konten negatef seperti konten pornografi, SARA, dll. Maka dengan itu kita perlu literasi digital. Untuk pelajar mud aitu perlu pengawasan orang tua dan untuk dewasa perlu memfilter hal tersebut. Untuk melakukan pembelajaran online seperti mute suara dan mematikan video setelah itu kita main game itu hak yang tidak baik, dengan hal itu kita perlu etika atau kejujuran dalam dunia digital. Walaupun kita dirumah saja kita perlu networking dengan lain.
Kemudian, setelah rangkaian acara selesai, moderator memanggil kembali para penanya terpilih terbaik yang berhak mendapat e-money sebesar Rp. 100.000,-. Setelah itu moderator menutup webinar dengan foto bersama dengan mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital.(adv)





