Bintan.- Rangkaian kegiatan webinar literasi digital pada hari Rabu, 30 Juni 2021, pukul 14.00 WIB, dengan tema Menjadi Mahasiswa Cerdas Digital yang di ikuti peserta Mahasiswa yang ada di Bintan Kepulauan riau. kegiatan langsung dibuka oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, bapak Samuel A. Pangarepan dan di pandu oleh moderator Nada Safitri.
kegiatan ini di isi oleh 4 narasumber yang berpengalam dari pusat ada 2 orang sedangkan dari daerah 2 orang,terdiri dari Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethics, Digital safety.
Narasumber Pertama yaitu Aris Aryanti, S.Si, beliau adalah PYP Coodinator Al Firdaus Islamic School, Beliau meyampaikan materi dengan tema “Kemampuan Digital dalam Pembelajaran Online”.Yang akan sukses bukanlah yang pintar atau yang cerdas tetapi yang dapat cepat beradaptasi terhadap perubahan dan survive terhadap perubahan untuk mengasah agar cerdas digital agar tidak tertinggal di era 4.0.
4 kompetensi utama cerdas digital :Kritis, berpikir sebelum berbicara, menulis dan menayangkan pesan/gambar/video. Jangan sampai jempolmu harimaumu. Keamanan, bertanggung jawab dengan menghormati privasi, reputasi dan etika. Kreatvitas, belajar dan berbagi minat serta keahlian secara digital baik digital marketing, media sosial specialis, apps developer, video animation, content creator,dll. Kolaborasi, bekerja sama dan saling menjaga untuk mencapai tujuan, dan memikirkan apa dampak yang akan diterima oleh orang lain saat berkolaborasi.
Narasumber Kedua yaitu Nida Nidiana – Higher Primary Academic Coordinator Sekolah Madania. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Menjadi Mahasiswa Cerdas Digital” Perubahan budaya digital yang sangat signifikan menurut McKinsey Digital Survey. Untuk dapat mengukur progress digital, Indonesia memiliiki startup ekosistem yang dinamis. Indonesia masih long way to go in the digital age.
Untuk dapat mendukung digital culture yang ada, dibutuhkan digital mindset. Apa itu Digital mindset? Memanfaatkan teknologi ditunjang dengan sifat dan prilaku dengan memanfaatkan semaksimal mungkin dalam menggunakan teknologi digital.
10 Traits dalam digital mindset menurut Monir Azzouzi :Selalu ingin maju dan tumbuh, Terbiasa bekerja dengan orang-orang yang memiliki perbedaan (suku, pemikiran), Wawasan luas dalam menyampaikan opini dan mudah untuk get along with other people, Memiliki passion yang baik dalam eksplorasi dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan, Selalu siap terhadap lingkungan yang berubah-ubah (Survive), Support each other, sharing is caring demi kebaikan Bersama, Tidak berbicara asal. Berbicara berdasarkan fakta yang ada, Melakukan sosialisasi terhadap sekitar, Melakukan kolaborasi dalam segala aspek, Having fun together, merangkul dan saling membantu.
narasumber ketiga bapak Hos Arie Rhamadhan Sibarani, SH. MH – LPMP Provinsi Kepulauan Riau. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Berinteraksi di Ruang Digital”.
Tantangan dalam pembelajaran di masa pandemi :Implementasi pembelajaran daring yang menghadapi kendala di lapangan baik itu dari sisi budaya pembelajaran daring baik dosen dan mahasiswa yang belum terbiasa menggunakan system pembelajaran daring. Implementasi pembelajaran dari yang menghadapi kendala pada jaringan internet yang ada yang dimana Indonesia masih menghadapi kendala kesenjangan digital antar wilayah dalam mengakses internet. Belum semua perguruan tinggi memiliki system pembelajaran daring baik secara infrastruktur maupun platform pembelajaran. Biaya internet yang mahal sehingga memberatkan kalangan mahasiswa.
Dalam mengatasi atau menyiasati, ditjen dikti melakukan beberapa hal, yaitu :Mempersiapkan pelatihan pembelajaran daring bagi 100 ribu dosen dan menyusun modul digital untuk pembelajaran jarak jauh yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa (PJJ). Mempersiapkan pembelajaran lebih baik melalui kerjasama yang dilakukan oleh KEMENKOMINFO dalam penyediaan internet di daerah blank spot. Memaksimalkan platform system pembelajaran daring (SPADA). Mengeluarkan biaya kuota internet berupa subsidi kuota dan/pulsa. Kemendikbud telah menyiapkan pelatihan pembelajaran daring yang akna menyasar 300 ribu dosen baik PTN maupun PTS.
Nasrasumber keempat yaitu Bapak Satria Agust, S.S., M.Pd. – Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji. Beliau menyampaikan materinya dengan tema “Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Pembelajaran Online”. Dalam literasi digital dan perkembangan digital, tanpa mindset digital, teknologi digital tidak banyak mengubah keadaan mengikuti perkembangan zaman saat ini dunia Pendidikan, digital sangat mendukung Pembelajaran. Era digital ini merupakan peradaban baru menuju masa depan. Beberap aplikasi yang digunakan seperti, Rumah belajar, ruang guru, zenius, meja kita, google suite for education, atau beberapa aplikasi alternatif dalam pembelajaran seperti zoom, whatsapp, google meet, skype, facetime, slack, cisco webex. Adapun resiko yang dapat diterima untuk mahasiswa saat menggunakan media digital yaitu, tidak ada sensor pada website, kejahatan yang dilakukan pada internet seperti cyber bullying, penipuan dan hoax.
Digital safety for student :Self control, pengendalian diri yang dilakukan atas implus atau emosi atau keinginan seseorang. Kita dapat mencegah agar kita tidak melakukan sesuau yang tidak ingin kita lakukan terutama saat tergoda. Penyeimbangan Iq dan eq. Jangan berhenti untuk belajar, dan mencari apa yang kita sukai atau minati.
Penyebab Tindakan plagiasi: Terlalu mudah dilakukan, Mentalitas menerabas, Ketidakmampuan menganalisa informasi, Tidak ada konsekuensi secara tegas, Ketidaktahuan Batasan plagiarism, Tidak mengetahui Teknik pengutipan.
Sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiat (Menteri pendidikna nasional Nomor 17 tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di perguruna tinggi pada bab VI pasal 12 ayat 1).
Kegiatan ini juga di meriahkan karna hadirnya sosok Selebgram dalam hal ini disebut yaitu Key Opinion Leader @yonamarisa yang merupakan Beauty-preneur berbicara pengalaman dalam menggunakan Digital di tutup dengan Foto bersama. (adv)





