SUKU LAUT dan PELUKAN HANGAT ANSAR AHMAD

Lingga. – Ratusan masyarakat suku laut berjejer rapi ketika lelaki berbaju coklat dengan senyum mengembang menginjakkan kakinya di Pelabuhan Tajur Biru Kabupaten Lingga.

Satu persatu mereka menyalami laki-laki itu. Bahkan tidak sedikit yang sengaja memeluknya. Tatapan bahagia wajah-wajah suku laut di Tajur Biru seolah menjadi peneduh ketika siang yang terik dan matahari di atas kepala saat itu.

Laki-laki itu seperti tidak mau melewati meski hanya satu orang. Semua disalami. Semua diberinya senyum dan sapaan hangat.

Masyarakat suku laut yang selama ini lebih banyak bertemu dengan ombak dan sapaan angin kini bisa berpeluk dan tertawa dengan lelaki yang selalu lembut bicara itu. Tidak ada batas. Tidak ada jarak. Semua dalam sua yang dekat dan melekat.

Hari ini, Senin (20/11), lelaki yang juga Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE MM itu memang secara khusus bersilaturahmi dengan masyarakat suku laut seraya meninjau pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang biasa juga dipanggil sebagai manusia perahu.

Ansar disambut dengan cara yang sederhana. Tanpa kalungan bunga. Tanpa minyak wangi seharum kasturi. Bagi Ansar aroma pantai dan rumput laut adalah aroma sejati yang menyatukan manusia, alam dan Tuhan.

Gubernur yang mantan Bupati Bintan ini memang menaruh perhatian besar terhadap masyarakat yang karena kondisi dan keadaan teralneasi dari kemajuan jaman.

“Mereka juga bagian dari kita. Perhatian juga harus diberikan dengan sepenuh jiwa,” kata Ansar Ahmad.

Setelah lebih satu jam meninjau pembangunan rumah suku lautlaut, Ansar Ahmad berpamitan pulang. Langit di atas Tajur Biru tiba-tiba dipenuhi sekelompok kecil awan seputih kapas.

Ombak laut juga tenang dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi. Alam seolah ingin ikut menghantar pulang lelaki tinggi besar yang selalu berendah hati itu.(adv)