Batam.- Usai sudah pertunjukan ide dan gagasan dari masing masing calon wakil presiden Republik Indonesia tahun 2024 yang di selenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam debat ke 4 cawapres di Jakarta convention center 21 Januari 2024.
Debat antar cawapres berlangsung begitu sengit sehingga memancing semangat dari masing masing tim pemenangan paslon untuk saling memberikan sorakan dan suport kepada para jagoan yang sedang beradu gagasan.
Menariknya debat kali ini ialah membahas mengenai isu Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa. Yang mana ini bukan ancaman ke depan melainkan sudah menjadi PR dari setiap pembahasan dalam pemilu.
Rakyat Indonesia sangat menanti kebijakan dan langkah serius dari pemerintah untuk menjawab semua tentang isu yang di bahas, terutama pada pemilih milenial yang sangat memprihatinkan nasib nya ke depan untuk menjawab tantangan global.
Dari tiga calon yang mengikuti debat, gagasan dari cawapres no urut 3 bapak Prof. Mahfud MD begitu menarik dan lugas dari dua calon lainnya H. Muhaimin iskandar dan Gibran raka Buming raka. Jawaban Prof. Mahfud menanggapi isu yang di bahas sangat kongkrit dan bisa di aplikasikan pada permasalahan yang akan di hadapi.
Salafudin Zaenul Ardy dari kader muda Muhammadiyah Kepri yang juga aktif sebagai salah satu unsur Pimpinan di Pemuda Muhammadiyah Kepri menyampaikan berdasarkan telaahnya terhadap gagasan yang di kemukakan capres dan cawapres dari debat pertama sampai ke empat.
“saya dan banyak kader muhammadiyah melihat pak mahfud yang mempunyai kebijaksanaan dan rasionalitas yang kuat dalam menghadapi setiap pertanyaan, disamping program dan visinya tercapture jelas. Kami insyallah tidak ragu pilih Ganjar Mahfud”, ungkap nya.
Sepertinya ada harapan serta dukungan untuk paslon urut 3 memenangkan kontestasi Pilpres pada pemilu kali ini, sehingga visi dan misi yang sejalan dengan harapan generasi muda milenial dapat terwujud sehingga tercipta lah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tutupnya. (Jndra)





